Close

Ketatnya Protokol Kesehatan Selama Pelaksanaan Pemilihan Petinggi Kampung di Mahulu

Albertus Ding duduk bersila di halaman rumah jabatan Bupati Mahakam Ulu (Mahulu). Ketika ia baru saja membuka layar telepon pintarnya, seseorang pria memanggil-manggil namanya. Dengan sigap, pria berkulit putih itu langsung berdiri dan memasuki ruang tunggu persis di depan matanya. Di dalam ruangan berukuran sekitar tiga meter itu, empat orang petugas medis mengenakan alat pelindung diri lengkap telah menantinya. 

Di bukanya, masker yang menutupi sebagian mulut dan hidungnya. Dengan nada ramah, seorang petugas medis meminta izin memasukkan flocked swab ke melalui lubang hidungnya. Usai batang pengumpul spesimen dicabut, seketika itu pula Ding – sapaan karibnya meringis sambil berkaca-kaca. 

Air mata dan sedikit rasa gatal di dalam rongga hidung Ding belum lagi kering. Petugas medis lainnya langsung memanggil nama lain di dalam daftar. Mayoritas adalah pegawai yang bekerja di berbagai bidang di Sekretariat Kabupaten Mahulu dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung. Tak terkecuali Bupati Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh juga ikut diperiksa. Setelah menjalani pengambilan sampel dan pemeriksaan cepat, petugas mengumumkan hasil pemeriksaan antigen kepada puluhan peserta. Semua dinyatakan negatif Covid-19. 

Setelah hasil diumumkan, rombongan segera bergerak ke dermaga Polsek Long Bagun. Di sana telah menanti empat perahu cepat yang akan membawa mereka menyusuri riam atau jeram ganas di hulu Sungai Mahakam. Rabu, 13 Oktober 2021, mereka langsung bertolak ke Kecamatan Long Apari disusul Kecamatan Long Pahangai. Mereka akan mendampingi Bupati Bonifasius dan Komandan Kodim 0912/Kutai Barat Letkol Kav Yudhi Prasetyo Purnomo meninjau pemilihan petinggi kampung atau kepala desa. 

Pemeriksaan antigen dengan hasil negatif Covid-19 merupakan protokol kesehatan standar yang ditetapkan panitia dan bupati. Tindakan ini dilakukan guna mencegah potensi penularan Covid-19 sepanjang jalannya pesta demokrasi skala kampung di masa pandemi. 

Setelah sehari beristirahat di sebuah penginapan di ibu kota Kecamatan Long Apari, Kampung Tiong Ohang bupati beserta jajaran meninjau beberapa tempat pemungutan suara. Rute pertama peninjauan ke TPS 1 Kampung Tiong Bu’u di kampung seberang. Dibonceng sepeda motor, orang nomor satu di Pemkab Mahulu ini menyeberangi jembatan gantung penghubung Kampung Tiong Ohang dan dan kampung tetangga. 

Jembatan itu hanya selebar dua kendaraan bermotor. Salah satu pengendara wajib berhenti jika kebetulan berpapasan ketika menyeberang. Pengemudi dituntut memiliki nyali yang besar ketika menyeberang jembatan. Selain bergoyang, beberapa alas kayu ulin jembatan juga ada yang berlubang. Tidak boleh lengah. Silap sedikit bisa terjun bebas belasan meter langsung ke Sungai Mahakam. 

Tiba, di halaman lamin Kampung Tiong Bu’u, sudah ada petugas medis yang berjaga di pintu masuk. Setiap orang yang hendak memberikan hak suara di TPS wajib mencuci tangan, memakai masker dan diperiksa suhu tubuhnya. Kontak fisik antara panitia pemungutan suara dan pemilih dibuat seminimal mungkin. Rata-rata prosedur registrasi sampai pencoblosan surat suara per orang memakan waktu kurang dari lima menit. 

 

Dari TPS Kampung Tiong Bu’u, Bupati beserta Dandim Kubar melanjutkan peninjauan ke TPS di tiga kampung tetangga yang hanya berjarak beberapa ratus meter dan dipisahkan gapura. Yakni kampung Long Penaneh 1, 2 dan 3. Di kampung-kampung itu, bupati menyempatkan berbincang dengan warga dan para panitia pemilihan petinggi. Bupati berpesan agar protokol kesehatan sepanjang jalannya pemilihan dijaga ketat. 

Kelar meninjau empat kampung, bupati langsung tancap gas meninjau pemilihan ke Kampung Delang Kerohong dan Long Lunuk di Kecamatan Long Pahangai. Setelah kunjungan singkat dan acak ke lima TPS di dua kecamatan berbeda, bupati mengaku cukup puas dengan pelaksanaan dan protokol kesehatan sepanjang jalannya pemilihan. 

“Cukup bagus, instrumen protokol kesehatan cukup tersedia dan bisa dilaksanakan dengan baik,” kata bupati seusai pemilihan petinggi. 

Beberapa hari usai pemilihan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung selaku penyelenggara telah berhasil merekap hasil pemilihan serentak di 28 petinggi kampung. “Kita berharap mendapat petinggi kampung yang punya kapasitas, kemampuan dan skill membangun kampung. Baik itu administrasi keuangan, aset kampung dan pengelolaan data dasar. Penting sekali memiliki petinggi yang memiliki kemampuan,” harap bupati. (*)

Sumber Artikel : https://kaltimkece.id/pariwara/pariwara-mahakam-ulu/ketatnya-protokol-kesehatan-selama-pelaksanaan-pemilihan-petinggi-kampung-di-mahulu